Mengenai Saya

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ayo, Gunakan Plastik Lekas Hancur

Salah satu masalah berat yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta adalah penanganan dan pengelolaan sampah.
Pemprof dki telah berhasil mengubah sanpah menjadi kompos dan energi listrik. Produksi energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah(PLTSa) Bantargebang sampai akhir tahun ini telah mencapai 4MW dari target 26MW tahun 2023. energi ini dihasilkan dari sampah organik.
Sementara jenis sampah yang belum bisa diolah dengan baik adalah plastik. Pasalnya, sampah plastik sulit dihancurkan dan seringkali membuat mampat aliran air.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuno,sampah plastik menempati 14% dari komposisi sampah anorganik. Komposisi sampah anorganik ini jumlahnya 45% dari total sampah 6200ton /hari. "Jumlah sampah plastik memang cukup tinggi karena penggunannya yang praktis".
Sampah plastik tidak mudah dihancurkan. Namun kini beberapa pabrik plastik telah menggunakan zat adiktif dalam membuat plastik,sehingga tas plastik akan hancur dalam waktu 2 tahun.
Penampilan plastik juga tidak berubah,tidak berbau dan tidak merusak isi. Satuisatunya perbedaan adalah plastik ini akan hancur dalam waktu 2 tahun. Jadi,plastik ini tidak bisa disimpan dalam waktu lama.
Beberapa pasar swalayan dan apotek sudah memakai tas plastik lekas hancur. Namun, saat ini yang belum memakai adiktif adalah produsen pembalut wanita dan popok bayi. Padahal sampah itu cukup besar dan sulit diurai.
Dengan besarnya manfaat yang diperoleh dari penggunaan adiktif penghancur plastik ini,masyarakat Jakarta juga bisa lebih peduli. caranya, hanya mau menggunakan produk plastik lekas hancur. Dengan begitu,produsen pun akan terdorong untuk ambil bagian menjaga bumi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar